- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Kronologi Guru AS Dipecat usai Langkahi Siswa Salat dan Cap Penyihir

Seorang guru sekolah AS dipecat usai viral melangkahi dan meneriaki siswa yang sedang salat di sebuah ruangan sekolah. Ilustrasi.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Seorang guru di Florida, Amerika Serikat, menjadi bahan hujatan netizen setelah video viral di media sosial memperlihatkan dirinya mengusik sejumlah murid yang sedang salat di sebuah ruang sekolah.
Insiden itu terjadi di sekolah publik Franklin Academy baru-baru ini. Dalam video tersebut terlihat dua siswa laki-laki tengah melaksanakan salat berjamah di sebuah ruangan sekolah.Ruangan itu diyakini merupakan ruangan sang guru. Tiba-tiba guru tersebut datang dan berteriak: "Kenapa mereka ada di ruangan saya? Siapa yang menyuruh mereka datang ke sini? Guru yang mana?"Seakan tak terima, guru perempuan itu mengganggu bahkan sampai hampir menginjak tangan salah satu muridnya yang sedang sujud."Ini kantor saya, dan kalian melakukan semua sihir itu?" ujar guru perempuan itu dalam video yang viral di TikTok itu, Rabu (13/12)."Saya tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Saya percaya kepada Yesus jadi saya akan berjalan saja di lantai ini."Tak diketahui alasan para murid itu salat di ruang guru perempuan tersebut. Tidak ada keterangan pula soal mereka sudah mendapat izin menggunakan ruangan itu atau belum.Pihak sekolah pun mengonfirmasi insiden itu dan menyatakan sudah memecat guru tersebut.Franklin Academy menegaskan tidak bisa menoleransi "perilaku diskriminatif dalam bentuk apa pun."Meskipun kami tidak mengurus masalah personal, kami dapat menyampaikan bahwa guru yang bersangkutan bukan lagi anggota staf Franklin Academy," demikian pernyataan sekolah yang dikutip NBC.Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam Florida, Abdullah Jaber, menilai insiden itu merupakan pelajaran betapa penting staf sekolah memiliki kesadaran beragama."Sangat penting bagi pengelola dan staf sekolah untuk mengetahui praktik-praktik dasar keyakinan dalam melayani siswa yang menjalankan keyakinan mereka, dalam hal ini umat Islam," kata Jaber.Selandia Baru Resmi Larang Warga Kelahiran 2009 Beli Rokok SelamanyaDi Florida sendiri, diskriminasi terhadap warga Muslim memang kerap terjadi. Pada 2022, CAIR-Florida mencatat peningkatan tajam terkait intimidasi dan diskriminasi anti-Muslim di sekolah.Survei Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) juga mengungkapkan sekitar 48 persen keluarga Muslim mengaku memiliki anak yang "menghadapi intimidasi berbasis agama" di sekolah tahun ini."Seperlima keluarga Muslim melaporkan bahwa intimidasi terjadi hampir setiap hari," demikian bunyi laporan ISPU.Menurut ISPU, orang tua Muslim mengaku anak-anak mereka diintimidasi siswa dan orang dewasa karena keyakinan mereka.Sebanyak 64 persen dari mereka mengatakan intimidasi dilakukan siswa lain, sedangkan 42 persen lainnya mengaku diskriminasi berasal dari guru maupun pejabat sekolah. **Syafira
Berita Terkait :
- Belarus Inspeksi Militer untuk Latihan Siaga Tempur 0
- Tak Peduli Konflik, Warga Aljazair ke Qatar Bela Maroko di Piala Dunia 0
- Polri Akan Limpahkan 2 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakpro ke Kejagung0
- Sempat Jadi Kontributor TVRI, Iptu Umbaran Jalankan Tugas Intelijen 0
- Saksi Beber Hasil Tes Poligraf Kuat Ma ruf: Terindikasi Bohong & Jujur 0
_Black11.png)








