- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Moeldoko: Wanita Hendak Terobos Istana Pakai Pistol Rakitan
.jpg)
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan perempuan yang berusaha menerobos penjagaan Istana Kepresidenan Jakarta membawa senjata rakitan.
Jakarta, VokalOnlineCom - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan perempuan yang berusaha menerobos penjagaan Istana Kepresidenan Jakarta membawa senjata rakitan.
Moeldoko menyebut aparat keamanan sudah mengecek senjata api yang dibawa perempuan itu.
"Sementara ini individu, tetapi senjatanya memang senjata rakitan ya. Itu ada selongsongnya, tetapi proyektilnya tidak ada. Itu lagi didalami semua," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/10).
Moeldoko mengatakan kepolisian juga sedang mengecek identitas perempuan tersebut. Ia menyebut ada perbedaan antara identitas yang disebutkan perempuan itu dengan kartu identitas yang ada.
Mantan Panglima TNI itu berkata kepolisian juga akan mendalami motif perempuan tersebut lewat pemeriksaan psikologi.
"Memang akan dicek lagi oleh psikologi nanti seperti apa ya," ujarnya.
Moeldoko membantah kejadian ini merupakan kebobolan pihak keamanan. Menurutnya, hal ini justru menunjukkan aparat sigap dalam melakukan pengamanan di ring satu.
Sebelumnya, seorang perempuan membawa senjata api dan berusaha menerobos pengamanan istana. Hal itu diketahui dari foto dan video yang beredar di media sosial.
Polda Metro Jaya dan Paspampres mengonfirmasi kejadian tersebut. Perempuan tersebut telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif.
Paspampres menyatakan bahwa perempuan yang membawa pistol tidak sampai memasuki Istana Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Komandan Paspampres Marsda Wahyu Hidayat mengatakan anggotanya sigap mengamankan perempuan tersebut ketika gerak-geriknya sudah mencurigakan.
"Perempuan tersebut tidak menerobos istana, tetapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres)," kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (25/10).**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Melihat Langsung Kawasan Industri Halal Sidoarjo0
- Radio Swara Kampar Raih Penghargaan Terbaik III Nasional0
- Lepaskan Presidium FPII0
- Asrafaber: Penolakan Bank Syariah Karena Alasan Politis0
- Tolak Kunjungan Gubri, Azharisman Rozie: Bupati HM Adil Perlu Diberikan Pelajaran Pemerintahan 0
_Black11.png)









