- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Wasit dan Juri Ikuti Briefing
PBSI Kalbar Jadikan Piala Presiden 2022 Lahan Cari Pengalaman Atlet

Bisa dibilang pandemi memakan korban, karena akhirnya kebanyakan mundur dan berhenti main karena tidak ada turnamen
Jakarta, VokalOnline.Com - Pengurus Provinsi PBSI Kalimantan Barat menuturkan ajang Piala Presiden 2022 menjadi arena untuk mencari pengalaman bagi pebulu tangkis binaan mereka supaya bisa merasakan atmosfer kompetisi papan atas.
Sebagai Pengprov dengan jumlah atlet binaan kurang dari 1.000 orang, PBSI Kalbar menilai pelaksanaan Piala Presiden menjadi tolok ukur kualitas atlet dan alat pantau level persaingan dari setiap daerah.
"Kalau kami tidak muluk-muluk, yang penting mau cari pengalaman dulu. Harapannya ada kejutan juga di sini. Dengan adanya Piala Presiden, atlet punya motivasi tambahan untuk berkompetisi. Mereka punya tujuan dari latihan yang sudah dilakoni," kata pelatih Pengprov PBSI Kalbar Rony Alkusari saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu.
Pengprov PBSI Kalbar datang ke Jakarta dengan membawa 14 atlet, dengan masing-masing terdiri atas tujuh putra dan putri. Seluruh pebulu tangkisnya akan bermain di semua nomor yang dipertandingkan, kecuali ganda campuran.
Rony menuturkan, meski tampil dengan jumlah atlet yang minim namun kontingennya hadir di GOR Nanggala dengan semangat juang yang tak kalah dengan daerah lain yang menurunkan atlet dalam jumlah besar.
"Melihat peta persaingan ya terberat masih dipegang empat Jawa seperti Jatim, Jateng, Jabar dan Jakarta. Kami tidak mau jumawa, minimal permainan kami mendekati mereka. Nanti kan ada evaluasi juga dari sisi penampilan anak-anak," Rony menuturkan.
Bagi Pengprov PBSI Kalbar, turnamen yang menawarkan hadiah lebih dari Rp1 miliar ini menjadi oasis setelah sepi turnamen akibat pandemi COVID-19.
Pandemi selama dua tahun belakangan memaksa dua angkatan atlet harus bergeser dari kelas remaja ke dewasa tanpa sempat aktif mengikuti turnamen. Hal ini membuat atlet bulu tangkis Kalbar pun terdampak dengan tak bisa mengikuti Piala Presiden.
"Di Kalbar dampaknya luar biasa. Atlet yang tadinya umurnya di bawah 16 tahun sekarang sudah masuk ke level dewasa semua. Bisa dibilang pandemi memakan korban, karena akhirnya kebanyakan mundur dan berhenti main karena tidak ada turnamen," ungkap Rony.
Dengan hadirnya Piala Presiden, atlet tepok bulu PBSI Kalbar bisa kembali aktif dan bergairah dalam berkompetisi.
"Selama ini Piala Presiden hanya ada di sepak bola, basket, sekarang sudah ada di bulu tangkis. Ini memberikan motivasi dan semangat baru bagi kami, ada tambahan target yang harus dikejar dan tidak hanya Popda atau Kejurnas," pungkasnya. **Fira
Berita Terkait :
- Puluhan Siswa SD Hadir Di Stadion Dukung Atlet Indonesia0
- Persebaya Percayakan Ban Kapten Kepada Rizky Ridho Saat Hadapi Persita0
- Ketum PSSI Yakin Semakin Banyak Suporter Saksikan Timnas U-160
- ESI Riau Gelar Perlombaan Tiga Permainan Game Piala Gubri0
- Polresta Surakarta Perketat Pengamanan Jelang Pembukaan APG 20220
_Black11.png)









