Breaking News
- Kolaborasi Generasi Hijau, Polsek Enok dan Warga Jaga Pesisir Lewat Mangrove
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Rete
- Green Policing Polsek GAS, Tanam Mangrove untuk Jaga Pesisir Inhil
- Bhabinkamtibmas Petalongan Polsek Keritang Sambangi Kebun Gambas, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Spanduk Bilo Ngonten Viral, Warga Minta Pemkab Siak dan PT EPE Bertanggung Jawab atas Jalan Rusak
- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
Pegawai Kejati Riau Laksanakan Kajian Rutin
Diisi Syaikh Maulana Husen Al Muqri

Kajian rutin yang digelar pegawai di Masjid Al-Mizan Kejati Riau. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali melaksanakan pengajian rutin. Kali ini, pengajian diisi oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri.
Kegiatan tersebut diikuti para pegawai di lingkungan Kejati Riau. Selain itu, Ketua IAD Wilayah Riau, Ny Eti Marhaeniwati Subagja dan jajaran juga hadir dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Al-Mizan Kejati Riau itu.
"Pengajian kali ini diisi oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri. Dalam penyampaiannya, tentang Pemegang Sanad Qiroat Cara Baca Al-Quran menjelaskan Qira'ah merupakan perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada salah satu qari’ atau imam," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heripurwanto, Senin (15/8/2022).
Riwayat adalah perbedaan bacaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari qari’ atau imam. Sedangkan thariq adalah perbedaan yang dinisbatkan kepada yang meriwayatkan dari rawi.
Syaikh Maulana Husen Al Muqri dalam penyampaiannya mengatakan, salah satu qira’ah populer di Indonesia, qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh sendiri memiliki dua thariq atau jalan yang berbeda.
Pertama adalah qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Imam Hafsh melalui thariqnya ‘Amr bin Shabbah. Thariq ini meriwayatkan bahwa mad jaiz munfasil dibaca pendek satu alif atau dua harakat.
"Syaikh Maulana Husen Al Muqri menyampaikan, riwayat tersebut sering kali dipakai oleh orang Mesir," sebut Bambang.
Sedangkan kedua adalah melalui thariq-nya Imam 'Ubaid bin Shabah. Melalui thariq ini mad jaiz munfasil dibaca panjang sama persis dengan panjangnya mad wajib muttasil, yaitu dua alif atau empat harakat.
"Yang disebut terakhir inilah merupakan jalur sanad bacaan Al-Qur’an yang sampai kepada kita, orang Indonesia," lanjut mantan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) itu.
Dalam kesempatan itu, Bambang mengatakan bahwa dengan dilaksanakan pengajian ini diharapkan para pegawai Kejati Riau dapat meningkatkan kesadaran beragama. Selain itu juga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta aspek sikap dalam pembentukan karakter
pegawai.
"Kegiatan pengajian rutin ini mengikuti secara ketat protokol kesehatan," pungkas Bambang. (syu)
Berita Terkait :
- Pengurus Pordi Pekanbaru Dilantik0
- Perhitungan Harga Pokok Produk Bersama Dan Produk Sampingan Pada Usaha Keluarga Tempe Cap Angsa0
- Analisis Harga Pokok Pesanan Dengan Metode Full Costing0
- Penyidik Kejati Riau Tunggu Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan0
- Janda Muda Ditangkap Jual ABG0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









