- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
- PT BNS: Masa Depan Anak Bergantung Pada Bumi yang Kita Jaga Hari Ini
- Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
- Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
- Kolaborasi Dinkes dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- PT RAPP Dukung Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Riau
Petugas Tangkap Kucing Hutan yang Tersesat di Hotel Pekanbaru

Kucing hutan yang dievakuasi BBKSDA Riau dari sebuah hotel di Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Pengelola dan pengunjung sebuah hotel berbintang di Pekanbaru dikagetkan dengan kehadiran kucing hutan. Mereka mengira itu sebagai anak macan dahan sehingga menduga ada induknya di sekitar lokasi.
Pihak hotel di Jalan Gatot Subroto itu lalu menghubungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim rescue atau penyelamat kemudian turun ke lokasi.
Menurut Plt Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasara, satwa tersebut sudah ditangkap oleh petugas. Sementara dievakuasi ke kandang transit untuk observasi keadaan kucing hutan itu.
"Kejadiannya itu pekan lalu, kucing hutan terjebak di hotel pada pagi hari," kata Fifin, Kamis siang, 16 Desember 2021.
Tim penyelamat tak kesulitan menangkap kucing hutan ini. Petugas berbekal sebuah jaring lalu kucing dimasukkan ke kandang kecil untuk dibawa ke kandang transit BBKSDA Riau.
Fifin menyebut tim medis sudah mengobservasi satwa bernama latin prionailurus bengalensis itu. Kucing itu diperkirakan berusia setahun dan berjenis kelamin jantan.
"Kondisinya sehat dan lincah, masih liar," kata Fifin.
Fifin menyatakan kucing hutan termasuk kategori satwa dilindungi. Masyarakat tidak boleh memelihara karena keberadaannya lebih baik di alam.
Tidak diketahui pasti di mana kucing hutan ini berasal apalagi Pekanbaru termasuk kota yang tidak berhutan lagi. Bisa saja kucing itu tinggal di semak-semak dan tersesat di hotel.
"Kedepannya, semoga kucing ini bisa dilepasliarkan ke habitatnya," sebut Fifin. (syu)
Berita Terkait :
- Diskominfo Kampar Terapkan Absen Berbasis Aplikasi0
- Aksi Debus Ancam Polisi yang Gagalkan Peredaran Sabu0
- 300 Kilogram Lebih Sabu Milik Debus Gagal Beredar di Riau0
- Bocah di Inhil Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi0
- Seminar Ekonomi Nasional Harian Vokal dan KPA Gubernur Riau Berjalan Sukses0
_Black11.png)









