- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Polisi Tangkap Mantan Teller BRI Cabang Dumai
Curi Uang Nasabah Rp1,2 Miliar

Mantan teller BRI yang curi uang nasabah Rp1,2 miliar saat diperiksa penyidik Polda Riau. SYUKUR
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Subdit II Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap perempuan berinisial HN karena mencuri uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) senilai Rp1,2 miliar. Perempuan 29 tahun itu melakukan kejahatan perbankan ketika masih bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Cabang Kota Dumai.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto melalui Kasubdit II Reskrimsus Komisaris Teddy Ardian SIK menjelaskan, terungkapnya kejahatan perbankan ini berdasarkan laporan delapan nasabah.
Para nasabah curiga ada transaksi tanpa sepengetahuan mereka. Hal ini dilaporkan ke pihak bank lalu BUMN tersebut melapor ke Polda Riau hingga dilakukan penyelidikan hingga penyidikan.
"HN yang pernah bekerja sebagai teller di salah satu BUMN itu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," kata Teddy, Selasa siang, 21 September 2021.
Teddy mengatakan, penarikan uang delapan nasabah ini berlangsung sejak Januari hingga Maret tahun 2021. Saat itu, tersangka masih bekerja sebagai teller dan menarik uang tanpa diketahui nasabah.
Ada belasan transaksi dilakukan tersangka terhadap rekening milik delapan nasabah tadi. Guna melancarkan aksinya, tersangka memalsukan tanda tangan nasabah dan mentransfer uang ke rekening seseorang.
"Setelah ditransfer dipindahkan ke rekeningnya sendiri (tersangka)," kata Teddy.
Pengakuan tersangka, uang ini digunakan untuk melunasi pinjaman online. Tersangka terdesak karena sering ditagih pihak pinjaman online dan melihat ada kesempatan menarik uang nasabah.
"Juga digunakan untuk kepentingan pribadi lainnya," ucap Teddy.
Penyidik sudah melacak hasil kejahatan termasuk aset yang diduga diperoleh tersangka dalam kasus ini. Hanya saja uang nasabah yang dicuri itu sudah tidak ada lagi karena sudah habis.
"Pihak bank sudah mengganti kerugian korban oleh tersangka ini," ucap Teddy.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 49 ayat 1 huruf a juncto Pasal 49 ayat 2 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
"Ancaman maksimal adalah 15 tahun penjara," tegas Teddy. (syu)
Berita Terkait :
- Polda Riau Tangkap Pengirim Sabu Pakai Kaleng Roti 0
- Wartawan dan Humas Polda Riau Bagikan Sembako0
- Ibu dan Anak Tewas Terbaka di Kabupaten Siak0
- Jaksa Juga Usut Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 di Meranti0
- Ratusan Polisi Sasar Pengemudi tak Patuhi Prokes0
_Black11.png)









