- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
PT EUP Diduga Hilangkan Sejarah Sungai Paol di Bangsal Aceh

Warga Dumai berdemo ke PT UEP beberapa hari yang lalu terkait dugaan penyerobotan lahan masyarakat, tanah wakaf, pekuburan, hilangnya Sungai Paol dan lainnya. RIDWAN
DUMAI (VOKALONLINE.COM) - PT EUP (Energi Unggul Persada) dinilai berbuat kejam terhadap warga Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Pasalnya PT UEP telah menghilangkan sejarah Sungai Paol yang ada di daerah tersebut.
Sungai Paol adalah salah satu sungai yang mempunyai nilai sejarah budaya melayu di kota Dumai. Sungai ini dikenal sebagai tempat membuang ancak, membuang tetemas, membuang lancang.
Persoalan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Dumai yang juga RT 2 yang biasa dipanggil pak Sulung.
”Saya tau sungai ini dulu dipergunakan sebagai tempat membuang ancak, dan membuang lancang,” papar Sulung, Minggu (28/3/2021).
Menurut Sulung, memang tidak mengetahui secara persis alur sungai, apakah alur sungai itu berbelok atau lurus hulunya sampai di mana. Yang jelas sering perahu berbentuk sampan masuk dan singgah serta bertambat melalui kualo Sungai Paol diwaktu hari pasang tinggi di wilayah Rukun Tetangga (RT O1), dan sungai ini berbeda dengan Parit Kitang.
Sulung menambahkan, sangat heran dan merasakan mana mungkin sungai Paol itu bisa hilang.
Dia mengaharapkan Sungai Paol dapat dikembalikan seperti semula agar dapat berfungsi sebagai aliran air dan bisa dipertahankan sebagai sungai budaya melayu. Karena sungai Paol adalah salah satu sungai yang sudah dikenal dikalangan masyarakat melayu Bangsal Aceh sebagai tempat ancak, dan buang lancang.
Ditempat yang berbeda, Ahmad Bakri salah satu tokoh LSM Wasiat sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap perusahaan PT EUP. Kekejaman apa yang dibawa PT EUP ini dalam membangun usahanya, sehingga sungguh keterlaluan sampai-sampai menginjak harkat dan martabat masyarakat Melayu
”Kenapa begitu Kejam sekali PT EUP dengan menghilangkan sungai Paol dan diatas sungai sudah berdiri satu buah Gudang. Saya minta Pemerintah Kota Dumai untuk segera bersikap," katanya. (ocu)
Berita Terkait :
- Wali Kota Goro Bersama Masyarakat Dumai Timur0
- Dojo Harian Vokal Berjaya di Shokaido Open Duri0
- Indra Pomi Sebut Jefry Noer Terima Suap Dengan Istilah Uang Jenggot0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
- Pengamat: Polemik Lahan Desa Gondai Harus Diselesaikan Secara Perdata0
_Black11.png)









