- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Serunya Wisata Tidur di Sawah

Selain pemandangan yang menawan destinasi ini menyediakan tempat untuk bermalam di sawah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (foto: Digtara)
Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, memperkenalkan kawasan wisata berkonsep 'tidur di sawah' yang berada di Dusun Pamah Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai dengan panorama keindahan alam dan udara yang sejuk.
Pengelola objek Wisata Tidur Sawah, Ferdinan, di Langkat, Rabu (17/3), mengatakan, kawasan persawahan yang dikelilingi hutan Bukit Barisan Taman Nasional Gunung Leuser itu disulap menjadi objek wisata alam dan keluarga karena udaranya yang sejuk, baik saat siang maupun malam hari.
Kawasan wisata 'tidur di sawah' itu dikelola oleh BUMDes Ersada Arih dan pemilik lahan dengan konsep bagi hasil."Berbagai fasilitas yang memanjakan pengunjung ada di sini, mulai tenda penginapan dengan kapasitas 15 tenda, kolam renang, wifi, musolah, air bersih, kantin, semuanya disiapkan pengelola," katanya seperti yang dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan untuk Maret saja tempat sudah habis di pesan oleh mereka yang ingin menginap. Mereka datang dari Kota Medan, Kota Binjai, Deli Serdang, Tanjung Balai, maupun warga Langkat sendiri.
Tiket masuk ke kawasan wisata itu cukup terjangkau, yakni hanya Rp5.000 per orang dan bila menginap memakai tenda harganya hanya Rp75 ribu saja.
Kawasan wisata 'tidur di sawah' ini mudah dijangkau, baik dengan mengendarai sepeda motor maupun kendaraan pribadi tepatnya di pinggir jalan umum menuju perbatasan Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Langkat.
Salah seorang pengunjung, Heri Widiyanto, saat ditemui di lokasi itu mengungkapkan sungguh tepat bila bermalam di kawasan wisata tersebut.
"Udara dingin malam, sejuknya air pegunungan memberi kemanjaan buat kita untuk berlama-lama di kawasan ini. Maunya berlama-lama di sini menikmati panorama alam dan udara yang sejuk," katanya.
(ard)
Berita Terkait :
- Pengurus Ditangkap, LSM George Soros Protes Junta Myanmar0
- BIN Australia Memutuskan Setop Gunakan Ekstremisme Islam0
- Gadis Myanmar Tertembak Aparat Saat Sedang Berbelanja0
_Black11.png)









