- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
Tak Ada Lagi BUMD Yang Rugi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Sejak kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, tidak ada lagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang merugi. Semua sudah untung dan bisa memberikan deviden.
Demikian ditegaskan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau, Jhon Armedi Pinem saat me-launching aplikasi Sistem Informasi BUMD Riau Menuju Riau Lebih Baik (Si Budi Baik), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Kamis (3/11/22).
"Harus diakui semenjak kepemimpinan Pak Gubernur Syamsuar dan Pak Wagub Edy Natar Nasution, BUMD sudah mengalami peningkatan," ucap nya.
Ia mengungkapkan pada tahun buku 2019, contohnya PT Jamkrida, PT Pengembangan Investasi Riau (PT PIR) dan PT Permodalan Ekonomi Rakyat masih mengalami kerugian. Akan tetapi tahun-tahun berikutnya sudah mengalami peningkatan.
"Akan tetapi pada tahun 2020 sudah mengalami peningkatan, dan 2021 juga mengalami peningkatan. Sehingga kedepannya diharapakan lebih meningkat lagi," ulasnya.
Karo Ekonomi Riau itu mengungkapkan, peningkatan BUMD tersebut merupakan prestasi karena mengikuti arahan-arahan yang telah disampaikan Gubernur Riau Syamsuar kepada Biro Ekonomi dan BUMD di Riau.
Sementara Gubri Syamsuar menyebut bahwa kini Riau tidak sepenuhnya lagi tergantung kepada dana transfer Pemerintah Pusat.
Ini tentu saja kabar baik, sebagai bentuk keberhasilan otonomi di Negeri Lancang Kuning.
"Otonomi kan menginginkan kemandirian daerah. Alhamdulillah Riau makin hari makin baik. Keuangan kita sudah banyak di-support oleh PAD termasuk yang diberikan (deviden) oleh BUMD," ulasnya.
Kini, tegas Gubri, tidak ada lagi BUMD yang hanya "nyusu" ke APBD. "Kalau ada BUMD yang hidup dari APBD, anak TK pun bisa," kilahnya.
Ke depan, Gubri Syamsuar menginginkan pengembangan BUMD. Termasuk yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit menjadi minyak, perikanan dan lainnya.
Potensinya sangat besar, mengingat kekayaan SDA Riau yang melimpah ruah. "Saya berulang kali mengatakan bahwa Riau ini negeri yang penuh berkah. Tinggal kitanya mampu atau tidak memanfaatkan dan mensyukuri keberkahan yang diberikan Tuhan ini," pungkasnya.
Berita Terkait :
- TNI Bangun Tugu TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR0
- Pembanting Istri Hingga Tewas Minta Maaf0
- Asintel Kejati Narasumber Peningkatan Manajemen BUMDes0
- ODGJ Dibunuh Demi Asuransi0
- Disampaikan Di Paripurna RAPBD Riau 2023 Diusulkan Rp9,839 T0
_Black11.png)









