- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kepulauan Meranti Gelar Bahti Kesehatan
- Fun Run Road to Riau Bhayangkara Run 2026 di Polres Inhil Berlangsung Meriah
Update Longsor Natuna: 15 Orang Meninggal, 35 Masih Hilang

BNPB menyatakan hingga Kamis (9/3) pagi sebanyak 15 orang meninggal akibat tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Jakarta, VokalOnline.Com -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 15 orang meninggal akibat tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau."Korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan ada sebanyak 15 orang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (9/3).Abdul mengatakan jumlah tersebut didapatkan usai tim Satgas Gabungan menemukan kembali jasad korban pada Rabu (8/3) per pukul 15.00 WIB.Adapun penambahan temuan itu masih akan didata dan diidentifikasi lebih lanjut untuk kemudian dilaporkan sebagai data nasional.Sementara itu, sebanyak 35 orang lainnya masih belum ditemukan. Abdul menyebut para warga yang masih belum ditemukan itu diduga masih tertimbun material longsoran dengan kedalaman hingga 4 meter."Sebanyak 35 warga masih dinyatakan hilang sejak terjadinya tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin (6/3) hingga hari ini Rabu (8/3)," ujarnya.Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, faktor cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian para korban. Ia mengatakan kondisi cuaca di Pulau Serasan selalu turun hujan hampir sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga tinggi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pencarian, sehingga harus dihentikan sementara.Oleh sebab itu, BNPB akan berkoordinasi dengan BRIN, BMKG dan TNI untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)."Sehingga cuaca bisa terang dan pencarian bisa dilakukan," ucap Suharyanto.Selain itu, ia juga memastikan akan menambah personel tim satgas gabungan lantaran medan cakupan yang terdampak tanah longsor cukup luas dan memerlukan lebih banyak lagi anggota.Sebelumnya, Tim Posko Informasi dan Komunikasi Publik Kabupaten Natuna Patli Muhamad menyatakan status bencana tanggap darurat atas tanah longsor yang melanda Kecamatan Serasan."Status bencana tanggap darurat dengan masa tujuh hari terhitung sejak Senin (06/2). Kondisi terkini hujan," ujar Patli, Selasa (7/2). **Syafira
Berita Terkait :
- Polisi Tunda Rekonstruksi Kasus Mario Aniaya David0
- Nestapa Korban Kebakaran Plumpang Dikubur di Hari Ulang Tahunnya0
- APA 'Sosok Pembisik' Bakal Dikonfrontasi dengan Mario Dandy0
- Polisi Tahan AG di Kasus David usai Pemeriksaan Selama 6 Jam0
- Kelompok Egianus Kogoya Sengaja Berpencar untuk Kelabui TNI-Polri0
_Black11.png)









