- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
Virus Polio Terdeteksi Dalam Inspeksi Limbah Di Inggris

Virus polio yang diturunkan dari vaksin berpotensi menyebar, terutama di masyarakat yang penyerapan vaksinnya lebih rendah
London, VokalOnline.Com- Virus polio terdeteksi pada sampel limbah dari London Utara dan London Timur yang diambil antara Februari dan Mei 2022, kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency/UKHSA) pada Rabu (22/6).
Para pejabat kesehatan saat ini mengkhawatirkan penyebaran virus itu di masyarakat setelah beberapa virus polio yang saling terkait erat ditemukan dalam sampel limbah dari Pekerjaan Pengolahan Limbah London Beckton yang diambil antara Februari dan Mei. Namun, mereka menekankan bahwa risiko terhadap masyarakat sangat rendah.
Virus ini terus berkembang dan kini diklasifikasikan sebagai virus polio tipe 2 "turunan vaksin" (vaccine-derived poliovirus type 2/VDPV2), yang pada kesempatan langka dapat mengakibatkan penyakit serius, seperti kelumpuhan, pada orang yang belum divaksinasi lengkap.
Deteksi VDPV2 menunjukkan bahwa kemungkinan ada beberapa penyebaran antarindividu yang memiliki hubungan dekat di London Utara dan London Timur, dan sekarang mereka melepaskan jenis virus polio tipe 2 itu dalam tinja mereka, kata badan tersebut.
"Virus polio turunan vaksin jarang terjadi dan risiko bagi masyarakat secara keseluruhan sangat rendah," kata Dr. Vanessa Saliba, konsultan epidemiologi di UKHSA, dalam sebuah pernyataan.
"Virus polio yang diturunkan dari vaksin berpotensi untuk menyebar, terutama di masyarakat yang penyerapan vaksinnya lebih rendah".
Kasus terakhir polio liar yang terjangkit di Inggris dikonfirmasi pada 1984. Negara itu dinyatakan bebas dari polio pada 2003
Kasus terakhir polio liar yang terjangkit di Inggris dikonfirmasi pada 1984. Negara itu dinyatakan bebas dari polio pada 2003
David Heymann, profesor Infectious Disease Epidemiology dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, "Virus polio turunan vaksin kini ditemukan di banyak negara di seluruh dunia".
Virus tersebut merupakan hasil mutasi dari virus Sabin, yaitu virus hidup yang digunakan untuk vaksinasi polio, dan virus itu mengakibatkan kelumpuhan pada sebagian orang, meskipun sebagian besar infeksi tidak menunjukkan gejala.
"Fakta bahwa virus ini ditemukan pada limbah di Inggris membuktikan kekuatan program pengawasan UKHSA. Penemuan virus itu pada limbah mengingatkan kita bahwa pemberantasan polio belum selesai di dunia," kata ahli epidemiologi tersebut. **Fira
Berita Terkait :
- Ikuti Kejuaraan Dunia di Italia, Rafa Temui Gubri Syamsuar0
- Kim Jong Un Bagi-bagi Obat Pribadi untuk Lawan Wabah Misterius0
- Jaksa Agung dan Kemenkeu Buat Kerja Sama Berantas Pencucian Uang0
- Mobil Listrik Bukan Satu-Satunya Cara Untuk Penuhi Target Emisi CO20
- ISWAMI Berperan Dalam Kokohkan Hubungan Indonesia-Malaysia0
_Black11.png)









