- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Babak Belur, Rupiah Kian Terperosok ke Rp14.824 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah 0,39 persen ke Rp14.824 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Jumat (17/6) sore.
Jakarta, VokalOnline.Com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.824 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (17/6) sore. Mata uang Garuda melemah 57 poin atau 0,39 persen dari sebelumnya.
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.828 per dolar AS. Ini adalah level tertinggi sejak awal tahun 2022 di kurs Jisdor.
Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 1,58 persen, dolar Singapura minus 0,18 persen, won Korea Selatan melemah 0,08 persen, baht Thailand minus 0,73 persen, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen serta peso Filipina merosot 0,50 persen. Penguatan terjadi pada yuan China sebesar 0,05 persen dan ringgit Malaysia 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang negara maju terlihat bergejolak. Terpantau euro Eropa minus 0,42 persen, poundsterling Inggris minus 0,36 persen, dolar Australia minus 0,72 persen. Kemudian franc Swiss juga melemah 0,14 persen dan dolar Kanada minus 0,09 persen. Hanya Rubel Rusia yang menguat 0,85 persen.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk hari ini rupiah masih akan tertekan. Sebab, dolar AS masih didukung oleh kenaikan suku bunga yang dilakukan the Fed sebesar 75 basis poin (bps).
"Dolar telah didukung oleh bantuan ganda dari sikap hawkish Fed dan goyangan dalam ekonomi global. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa salah satu dari kondisi ini sedang bersiap untuk pembalikan, kemungkinan menandakan dolar akan bergerak lebih jauh," ujarnya kepada CNNIndonesia.
Selain itu, penguatan dolar juga didukung oleh kenaikan inflasi yang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) yang diluar dugaan mencapai 8,6 persen di Mei lalu. "Ini membuat negara-negara berkembang mengalami ketakutan atau depresi," jelasnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Polrestabes Surabaya Bantah Tilang Pesepeda Motor Pakai Sendal Jepit0
- PLN Ungkap Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dialihkan ke Kompor Listrik0
- Shin Tae Yong Tolak Tinggalkan Timnas Indonesia Senior0
- Kim Jong Un Bagi-bagi Obat Pribadi untuk Lawan Wabah Misterius0
- Rocky Gerung: Jokowi Jenius Rangkul PAN, Sumbat Peluang Dukung Anies0
_Black11.png)









