- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Begini Cara Otak Perbaiki Tubuh dan Buang Racun Saat Tidur

Tidur (.kom)
Vokalonline.com - Tidur di malam hari merupakan saat bagi tubuh kita untuk beristirahat menghilangkan rasa lelah. Tidur pada malam hari juga bisa menghilangkan kelelahan yang terjadi pada otak kita.
Dilansir dari Medical Daily, tidur malam hari bisa membantu tubuh menghilangkan akumulasi racun selama kamu terbangun yang muncul secara fisik maupun mental. Bisa dikatakan bahwa saat tidur, otak akan membuang seluruh sampah yang masuk ke tubuh pada siang harinya.
Dampak yang muncul dari tidur bagi otak ini bisa dikatakan sangat luar biasa dan tak ada bandingannya. Diketahui bahwa proses pembersihan ini melibatkan dua jenis sel yaitu mikroglial dan astrosit yang selalu melakukan proses pembersihan.
Berada di dalam otak dan saraf tulang belakang, sel mikroglial atau mikroglia berupakan bentuk utama dan pertama dari perlindungan kekebalan tubuh yang aktif pada sistem saraf pusat. Mikroglia merupakan sel kunci dalam perawatan otak secara keseluruhan.
Sel ini membersihkan sistem saraf pusat dari plak, cedera, atau neuron dan sinapsis dari infeksi. Ketika kita tengah tidur, maka sel ini dapat bekerja secara tepat dan optimal.
Selain membersihkan otak, sel ini juga bisa mencegah munculnya penyakit alzheimer. Mikroglia membantu menghilangkan beta-amyloid, protein beracun yang bisa ditemui pada otak pasien penderita alzheimer.
Pada sisi lain, astosit merupakan sel glial berbentuk bintang di otak dan sistem saraf yang memiliki banyak fungsi. Berbagai manfaat yang dimilikinya termasuk dalam membenahi proses dalam otak serta saraf tulang belakang karena cedera traumatis
Sel Bekerja Maksimal saat Tidur
Sel mikroglial dan astrosit ini hanya bekerja secara optimal ketika kita tertidur. Jika kita tidak tidur secara cukup, mereka justru akan menyerang jaringan yang sehat dan berfungsi sehingga menimbulkan cedera pada otak dan tubuh.
"Kita tahun bahwa tidur sangat penting bagi kesehatan otak, dan membersihkan sampah merupakan alasan utamanya. Satu hal yang belum jelas adalah mengapa hal ini terjadi ketika tidur?" tanya Laura Lewis, pakar kesehatan otak dari Boston University.
"Hal ini menuntun kami untuk menuntun apa yang sebenarnya terjadi pada sistem saraf pusat," sambungnya.
Lewis dan tim penelitinya mencoba mencari jawaban dari pertanyaan ini. tim peneliti memonitor gelombang otak dari 13 orang dewasa ketika mereka tidur. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa aktivitas otak menyebabkan perubahan pada aliran darah, menurunnya volume darah di otak, sistem saraf pusat kemudian mengalirkannya untuk mengisi ruang kosong.
"Kami menemukan bahwa terdapat gelombang besar dari sistem saraf pusat yang muncul di dalam otak hanya ketika tidur," sambung Lewis.
"Efek ini sangat mencolok dan kami juga tertarik bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan otak, terutama pada seseorang dengan penyakit seperti Alzheimer's," tandasnya. [RWP]
Berita Terkait :
- Riau Siapkan Asrama Haji Atasi Ledakan Warga Positif Covid-190
- Penolak Vaksin Covid-19 Bakal Didenda Hingga Sanksi Administratif0
- Satgas Covid-19 Riau Sentil Bupati Meranti Muhammad Adil0
- Gawat, 48 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-190
- Wali Kota Dumai Sambut Kunker Pangdam I/Bukit Barisan0
_Black11.png)









