- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Densus Sebut 2 Teroris di Riau Rencanakan Teror saat Natal-Tahun Baru

Densus 88 Polri menyatakan 2 orang yang ditangkap di Riau berencana melakukan aksi teror di malam Natal dan Tahun Baru 2024 (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, VokalOnline.Com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut dua tersangka teroris di Riau, berencana melakukan aksi teror atau amaliyah saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2024.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan kedua teroris tersebut berinisial M dan S yang terlibat jaringan Anshor Daulah (AD).
Ia menjelaskan saat ini M telah ditangkap penyidik Densus 88 di wilayah Riau, pada Selasa (21/11) kemarin. Sementara untuk S statusnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Tersangka M melakukan propaganda di media sosial untuk membuat chaos pemilu 2024 dan bersama saudara S untuk membuat rencana amaliyah natal dan tahun baru," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/11).
Lebih lanjut, Aswin menyebut terdapat tiga tersangka teroris lainnya yang juga ditangkap di wilayah Riau bersama dengan M. Rinciannya yakni MK dan MI yang terlibat dalam jaringan RQ Jabal Noer dan D dari jaringan AD.
Berdasarkan perannya, Aswin menyebut MK dan MI tergabung di bawah pimpinan kelompok RP sejak 2014 silam. Mereka juga merupakan buronan kasus perencanaan penyerangan Polres Dumai.
"Di mana bulan September 2022 akan melakukan amaliyah di Polres Dumai. Keduanya merupakan DPO dari kasus tersebut," jelasnya.
Sementara untuk tersangka D merupakan simpatisan kelompok teror AD. Sosok D juga ikut dalam perencanaan penyerangan Polres Dumai bersama MI dan MK.
"Adapun rencana tindak lanjut melakukan pengamanan, interogasi, dan penggeledahan terhadap tersangka," katanya.(fit)**
Berita Terkait :
- Hariz Azhar Ungkap Hukuman Pidana Tak Bisa Hentikan Kritik Publik0
- Sambut HUT Polairud ke-73, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Gelar Kegiatan Donor Darah0
- Kadis PMD Rohil Berikan Materi Tentang Kewirausahaan Pemuda Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru0
- Plt Bupati Asmar Terima Kunjungan BNNK Pelalawan0
- Gabungan BEM Kampus di Indonesia: Jangan Kebiri Demokrasi yang Seumur Jagung Ini0
_Black11.png)








