- Hari Mangrove Sedunia, Yayasan Generasi Hijau Beri Penghargaan kepada Kapolda Riau
- INKANAS Polda Riau Borong 37 Medali, Sabet Juara Umum II di Bukittinggi
- Kodam XIX Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Garuda Armco di Pekanbaru
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Tekankan Disiplin, dan Pelayanan 110
- Tanaman Jagung di Dusun Pelangi Tumbuh Tak Merata, Polsek Keritang Siap Dampingi Petani
- Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pelatihan Digital Marketing BMIWI Riau
- Syahrul Aidi Apresiasi Putusan MK Soal Kuota Internet, Tegaskan Hak Konsumen Harus Dilindungi
- Peringati Hari Anak Nasional 2026
Didongkel Partai, Asri Auzar Nyatakan Mundur dari Demokrat

Sejumlah kader Demokrat Riau membakar atribut partai sebagai pernyataan penolakan Musda Demokrat. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Sejumlah kader Partai Demokrat di Riau membakar atribut partai, mulai dari bendera, baju hingga jas. Aksi di depan Kantor DPD Demokrat di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru ini, sebagai protes pelaksanaan musyawarah daerah (Musda).
Puluhan kader juga membakar kartu anggota Partai Demokrat. Aksi ini dilakukan secara bergantian dan disaksikan oleh Ketua DPD Demokrat Riau periode 2017-2022, Asri Auzar.
Sejatinya, Asri selesai menjabat pada pertengahan tahun depan. Namun Musda dipercepat sehingga posisi Asri terdongkel dan digantikan oleh Agung Nugroho yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Pekanbaru.
Agung Nugroho terpilih secara aklamasi di Musda yang diselenggarakan di SKA Co-Ex, Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru pada 30 November 2021. Dia terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal.
Usai membakar atribut partai, Asri Auzar menyatakan mundur dari partai berlambang mercy itu. Dia menyatakan Musda yang memilih Agung Nugroho sebagai ketua tidak sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga partai.
Dia menyebut ada upaya pengambil alihan paksa terhadap posisinya. Asri menilai Musda seharusnya dilakukan sesuai tahapan yang jelas karena masa kepemimpinannya belum habis.
"Seharusnya tugas saya selesai tahun 2022, pada hari ini dilakukan Musda, apa namanya, apa Musdalub, saya pun tak tahu," kata Asri.
Atas kejadian ini, Asri berpesan kepada kader Demokrat di seluruh Indonesia untuk berhati-hati. Dia merasa telah dizalimi oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Kita sama-sama berjuang kemarin, bersama-sama dengan Ketua Umum AHY, namun kezalimannya hari ini ditunjukkannya kepada Asri Auzar," kata Asri.
Meski begitu, Asri mengaku ikhlas menerima apa yang dialaminya. Diapun hanya berharap ada balasan dari Tuhan terhadap kezaliman ini.
"Mudah-mudahan Allah akan tahu dan memberi balasan pada orang yang menzalimi diri saya," tegas Asri. (syu)
Berita Terkait :
- Jaksa Tuntut Mati Tahanan Rutan Pengendali 5 Kilogram Sabu0
- Penyerangan Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD dan Kisruh Musda Demokrat Riau0
- Pesantren Abdurrab Mendadak Jadi Lokasi Isolasi Terpadu0
- Polda Riau Tangkap Penyerang Rumah Dinas Agung Nugroho0
- Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Diserang Preman0
_Black11.png)









