- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Disinyalir Rit dan AR Bebas Menggarap Hutan di Sungai Sembilan Tanpa Izin

Dumai, VokalOnline.Com - Maraknya perambahan hutan di Kecamatan Sungai Sembilan kelurahan Batu Teritip, Dusun Sungai Tawar RT 13 diduga dilakukan oleh masyarakat berinisial AR dan Rit.
Perusakan kawasan hutan itu tidak terpantau oleh aparat penegak hukum (APH) dikarenakan letak lahan tersebut sangat jauh dari kota Dumai.
AR dan RIT dengan menggunakan alat berat membersihkan hutan tersebut lalu mereka perjual belikan ke masyarakat.
Alat berat milik kecamatan ini dipinjam oleh Rit dengan alasan untuk kepentingan masyarakat tapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Rit menggunakan alat berat ini kurang lebih satu tahun tapi tidak jelas mengenai biaya penyewaan alat berat tersebut.
Selain itu, dikabarkan BBM alat berat tersebut seharusnya menggunakan BBM Dexlite tapi yang digunakan malah minyak Solar, tentu ini akan membuat mesin alat berat itu menjadi rusak.
Dikabarkan, masyarakat yang diduga perambah hutan tanpa izin dari Kementerian Kehutanan tersebut membawa bawa nama Wali Kota Dumai untuk melancarkan bisnis mereka.
Ketua DPD MASPERA LKLH (Masyarakat Peduli Agraria Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) Kota Dumai, Ahmad Rajali mengatakan bahwa pelanggaran perambahan hutan di Batu Teritip Dusun Sungai Tawar mendapat informasi dari warga.
Ia berencana akan melaporkan kasus perambahan kawasan hutan tanpa izin dan kegiatan jual beli kawasan hutan tersebut ke Polres Dumai, Polda Riau dan ke Satgas PKH di Jakarta.
" Kami mengingatkan kepada pelaku kejahatan kehutanan supaya jangan main main dan mencoba menggarap kawasan hutan tanpa izin, karena sanksinya sangat berat sesui undang undang kehutanan. Dan jangan sekali kali menjual nama pejabat untuk memuluskan bisnis pribadi, " tegasnya beberapa hari yang lalu kepada sejumlah media.
Terkait hal itu, beberapa hari yang lalu sejumlah media mencoba menghubungi Rit melalui WhatsApp namun Rit tidak memberikan jawaban. Dan ketika hal ini di konfirmasi kepada Camat Sungai Sembilan juga belum memberikan jawaban.(cu)**
Berita Terkait :
- Kejari Kampar Terima Empat Tersangka Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Petugas Bandara Gagalkan Penyelundupan Puluhan Anak Buaya Muara0
- Warga Pekanbaru Tangkap Laki-laki Suka Pamer Alat Vital di Perumahan0
- BBKSDA Temukan Pondok Perambah Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil0
_Black11.png)









