- Sikat Pengedar, Selamatkan Pelajar: Polsek Tempuling, Satu Informasi Warga Bisa Hancurkan Narkoba
- Kejari Meranti Bebasakan Tersangka Dalam Kasus Restorative Justice
- Wakapolda Riau Ungkap Jaringan Internasional di Polres Meranti Narkotika Jenis Sabu 27 Kilogram
- Wabup Muzamil Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Peringatan May Day di Selatpanjang Berlangsung Kondusif, Buruh Deklarasi Dukung Kamtibmas
- Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa
- Selain Gandeng Meta, Anggota DPR Hendry Munief Minta Kemenekraf Gandeng Aplikator Lainnya
- Tak Mau Jadi Penonton, Pemuda Lirik Siap Ambil Peran di Sektor Migas
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika di Hotel Grand Tembilahan, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
Dua Klaster Buat Ratusan Warga Terkonfirmasi Covid-19, Varian Omicron Kah?

Suasana Abdurrab Pekanbaru ketika awal puluhan santri terpapar Covid-19. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dua pekan belakangan, kasus konfirmasi Covid-19 di Riau naik lagi. Bahkan pada 27 dan 28 November penambahannya mencapai 60 warga dalam sehari.
Kondisi ini membuat Riau pernah berada di peringkat dua kasus konfirmasi harian terbanyak nomor dua nasional. Lonjakan Covid-19 Riau ini dipicu oleh kluster perkantoran di Kabupaten Bengkalis dan kluster pesantren di Pekanbaru.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Yohanes menyebut kluster perkantoran di Bengkalis terjadi di kantor pajak. Ada 44 karyawan terkonfirmasi dan sudah dibawa ke Asrama Haji Pekanbaru untuk isolasi.
"Kalau pesantren itu ada 127 orang, santri dan tenaga pendidik," kata Yohanes.
Beda dengan perkantoran, kluster Pesantren Abdurrab Pekanbaru tidak dilakukan evakuasi ke rumah sakit ataupun isolasi di fasilitas pemerintah. Ada beberapa pertimbangan sehingga isolasi hanya dilakukan di sekolah.
Menurut Yohanes, dua kluster ini tidak disebabkan varian baru Covid-19, Omicron. Pasalnya petugas sudah melakukan testing dan tracing sehingga kesimpulannya dua kluster ini disebabkan varian biasa.
"Pasien setelah ditelusuri tidak ada kontak dengan orang yang pernah ke Afrika Selatan ataupun daerah asal varian Omicron," terang Yohanes.
Di sisi lain, pasien kluster perkantoran tidak ada mengalami perburukan gejala. Begitu juga dengan kluster pesantren karena masih normal tanpa gejala dan gejala ringan.
"Gejala masih sedang tidak ada perburukan, sementara Omicron itu kecenderungannya agak ganas," jelas Yohanes.
Untuk menghentikan dua kluster ini, dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan dinas kesehatan daerah sudah melakukan tracing kepada kontak erat. Hingga kini belum ada penambahan.
"Sudah dilakukan upaya-upaya agar tidak meluas," jelas Yohanes. (syu)
Berita Terkait :
- Polisi Periksa Pengelola Abdurrab Pekanbaru0
- Didongkel Partai, Asri Auzar Nyatakan Mundur dari Demokrat0
- Jaksa Tuntut Mati Tahanan Rutan Pengendali 5 Kilogram Sabu0
- Penyerangan Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD dan Kisruh Musda Demokrat Riau0
- Pesantren Abdurrab Mendadak Jadi Lokasi Isolasi Terpadu0
_Black11.png)









