- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Dua Klaster Buat Ratusan Warga Terkonfirmasi Covid-19, Varian Omicron Kah?

Suasana Abdurrab Pekanbaru ketika awal puluhan santri terpapar Covid-19. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Dua pekan belakangan, kasus konfirmasi Covid-19 di Riau naik lagi. Bahkan pada 27 dan 28 November penambahannya mencapai 60 warga dalam sehari.
Kondisi ini membuat Riau pernah berada di peringkat dua kasus konfirmasi harian terbanyak nomor dua nasional. Lonjakan Covid-19 Riau ini dipicu oleh kluster perkantoran di Kabupaten Bengkalis dan kluster pesantren di Pekanbaru.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Yohanes menyebut kluster perkantoran di Bengkalis terjadi di kantor pajak. Ada 44 karyawan terkonfirmasi dan sudah dibawa ke Asrama Haji Pekanbaru untuk isolasi.
"Kalau pesantren itu ada 127 orang, santri dan tenaga pendidik," kata Yohanes.
Beda dengan perkantoran, kluster Pesantren Abdurrab Pekanbaru tidak dilakukan evakuasi ke rumah sakit ataupun isolasi di fasilitas pemerintah. Ada beberapa pertimbangan sehingga isolasi hanya dilakukan di sekolah.
Menurut Yohanes, dua kluster ini tidak disebabkan varian baru Covid-19, Omicron. Pasalnya petugas sudah melakukan testing dan tracing sehingga kesimpulannya dua kluster ini disebabkan varian biasa.
"Pasien setelah ditelusuri tidak ada kontak dengan orang yang pernah ke Afrika Selatan ataupun daerah asal varian Omicron," terang Yohanes.
Di sisi lain, pasien kluster perkantoran tidak ada mengalami perburukan gejala. Begitu juga dengan kluster pesantren karena masih normal tanpa gejala dan gejala ringan.
"Gejala masih sedang tidak ada perburukan, sementara Omicron itu kecenderungannya agak ganas," jelas Yohanes.
Untuk menghentikan dua kluster ini, dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan dinas kesehatan daerah sudah melakukan tracing kepada kontak erat. Hingga kini belum ada penambahan.
"Sudah dilakukan upaya-upaya agar tidak meluas," jelas Yohanes. (syu)
Berita Terkait :
- Polisi Periksa Pengelola Abdurrab Pekanbaru0
- Didongkel Partai, Asri Auzar Nyatakan Mundur dari Demokrat0
- Jaksa Tuntut Mati Tahanan Rutan Pengendali 5 Kilogram Sabu0
- Penyerangan Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD dan Kisruh Musda Demokrat Riau0
- Pesantren Abdurrab Mendadak Jadi Lokasi Isolasi Terpadu0
_Black11.png)









