- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Heboh Spanduk Kampung Lendir dan Debu di Rokan Hilir, Puncak Amarah Warga Protes Pengangkutan Tanah

Spanduk protes warga Desa Bangko Bakti, Rokan Hilir. Foto: Istimewa
Riau, VokalOnline.Com - Sebuah spanduk berisi kalimat keras tentang kekesalan warga atas dampak aktivitas pengangkutan tanah diduga untuk sumur minyak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rokan Hilir bikin heboh. Warga kesal lalu mencurahkan kemarahannya dengan memajang spanduk dan menyebut kampungnya saat ini telah menjadi kampung lendir dan debu.
"Selamat Datang di Desa Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir 'Kampung Lendir dan Debu'. Terimakasih terhadap perusahaan pengangkutan tanah dan perusahaan yang bergerak di bidang migas," demikian isi tulisan dalam spanduk yang diterima SabangMerauke News, Rabu (27/9/2023).
Warga menyebut, aktivitas truk pengangkut tanah urug diduga untuk kebutuhan sumur minyak di Wilayah Kerja Blok Rokan telah sukses membuat polusi udara dan menjadi sumber penyakit warga masyarakat di desa tersebut.
"Tanpa memikirkan masyarakat, anda sukses membuat polusi udara dan menjadi sumber penyakit di desa kami. Dimana tanggung jawab anda? Mohon kepada pemerintah perhatikan! Pemerintah desa, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) kemana kalian?" tulis warga dalam spanduk tersebut.
Salah satu pemuda setempat, Muhammad Yusuf membenarkan adanya spanduk berisi kecaman tersebut.
"Spanduk itu dibuat oleh masyarakat akibat keresahan yang tak terbendung lagi karena abu dan lumpur yang berserakan berdampak pada kesehatan dan keselamatan bahkan ekonomi masyarakat itu sendiri," kata Yusuf melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/7/2023).
Yusuf yang merupakan mahasiswa ini menjelaskan, masyarakat sudah berusaha mencoba untuk memperjuangkan lingkungan. Namun sampai hari ini, pemerintah seolah-olah menutup mata, begitu pula para pelaku usaha yang sedikit pun tidak mempunyai tanggungjawabnya.
"Mungkin mereka ingin melihat masyarakat betul-betul murka, kita lihat saja nanti endingnya bagaimana," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Bangko Pusako Adnan yang dikonfirmasi terkait spanduk kecaman itu belum merespon. Setali tiga uang, Sekretaris Camat Bangko Pusako, Yusprizal belum memberikan penjelasan.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan, Rudi Ariffianto juga tidak membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan sejak siang tadi. (R-02)**
Berita Terkait :
- Dit Binmas Polda Riau Lakukan Supervisi Pembinaan BUJP Satpam dan Polsus di Meranti0
- Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti kegiatan Launching Case Management System0
- Minibus dan Truk Laga Kambing, Protokoler Pemprov Riau Meninggal0
- Inhil Anak Tirikan Petugas Linmas Desa, Dagaji Rp600 Ribu dan Tidak Pernah Dapat BPJS0
- Pimpin Apel Bulanan Polisi RW, Kapolres Meranti : Selesaikan Masalah dengan Baik dan Cegah Potensi K0
_Black11.png)









