- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Ormas Tepis Intimidasi Greenpeace Seret Hukum Jika Lanjutkan Kampanye

Surabaya, VokalOnline.Com - Sekelompok orang yang diduga mengintimidasi Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), mengaku bakal melapor polisi bila aktivis lingkungan itu tetap melanjutkan perjalanannya ke Bali selama KTT G20.
Mereka yang mengatasnamakan dirinya sebagai organisasi masyarakat (ormas) Tapal Kuda Nusantara (TKN) ini menyebut Greenpeace sudah membuat pernyataan tertulis akan membatalkan aksinya,dilansir dari cnn indonesia.
"Kami akan melaporkan ke pihak hukum, ke pihak yang berwajib. Kami akan mengawal terus kegiatan mereka ketika mereka keluar dari pernyataan itu maka upaya hukum akan kami lakukan," kata Humas DPP TKN, Naswa Agus saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (8/11).
TKN sebelumnya melakukan aksi penolakan kedatangan Greenpeace di Probolinggo. Mereka bahkan sampai mendatangi penginapan tim aktivis lingkungan itu singgah, Senin (7/11). Penolakan itu, kata Naswa, TKN lakukan usai mendapat informasi Greenpeace akan melaksanakan aksi di PLTU Paiton.
Naswa menolak jika aksi yang dilakukan pihaknya ke aktivis Greenpeace itu disebut sebagai intimidasi. Surat pernyataan yang dibuat pun tanpa paksaan.
"Tidak ada namanya paksaan, tidak ada namanya intimidasi. Kami hanya tidak mau informasi negara dijual ke pihak luar. Kesepakatan itu dibuat mereka sendiri, tidak ada paksaan," ucapnya.
Usai melakukan penolakan, Ormas TKN pun tetap akan memonitor pergerakan aktivis Greenpeace di Probolinggo dan wilayah Tapal Kuda Jatim.
"Kami tetap monitor, TKN ini kan banyak juga nelayan untuk memantau di seputar PLTU Paiton, wilayah administrasi kami juga sudah terbentuk sampai Banyuwangi, kami juga koordinasi dengan cabang di Banyuwangi bila mereka akan berangkat ke Bali," katanya.
Sebelumnya, Tim pesepeda Chasing the Shadow Greenpeace diadang dan diintimidasi sekelompok orang dari organisasi masyarakat (ormas) di Probolinggo, Jawa Timur.
Sekelompok ormas tersebut mendatangi tim Greenpeace yang tengah singgah dalam perjalanan di Probolinggo. Mereka menyatakan menolak kegiatan bersepeda dan kegiatan kampanye Chasing the Shadow di Bali.
"Salah satu teman kami yang ikut dalam rombongan dipaksa membuat surat pernyataan dengan tanda tangan di atas materai agar tidak melanjutkan perjalanan, atau tidak melakukan kampanye apa pun selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali," kata Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, melalui keterangan tertulisnya.**Syafira
Berita Terkait :
- ART di Kelapa Gading Dibunuh Mantan Kekasih yang Kesal Putus Hubungan0
- Raja Charles III Kesal Trump Komentari Foto Telanjang Dada Kate0
- Cerita Mendalam Ajudan Bareng Brigadir J Siapkan Hari Jadi Sambo Putri0
- Sekolah Penggerak Upaya Kemendikbudristek Kembangkan SDM Unggul0
- Nestapa Pasukan Cadangan Rusia: Kerja Paksa hingga Ratusan Tewas0
_Black11.png)








