- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah Cabai, Kendalikan Inflasi di Pekanbaru dan Kampar

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi terutama akibat kenaikan harga cabai. Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan operasi pasar murah. Kegiatan itu, digelar dibeberapa lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Selasa (7/10/2025).
Kepala Disperindagkop UKM Riau Taufiq OH mengatakan, kegiatan operasi pasar murah tersebut dilaksanakan di empat titik pasar yang ada di Kota Pekanbaru dan juga Kabupaten Kampar. Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat.
“Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, kami melaksanakan pasar murah untuk produk cabai merah. Kegiatan ini dilaksanakan di pasar yang ada di Pekanbaru dan Kampar,” katanya, Selasa (7/10).
Lebih lanjut dikatakannya, adapun lokasi pasar pelaksanaan yakni di Pasar Cik Puan, Pasar Sukaramai, dan Pasar Dupa Pekanbaru. Kemudian di Kampar, operasi pasar cabai dilaksanakan di pasar Pantauan (pasar inpres).
“Saat pelaksanaan operasi pasar tersebut, cabai merah per Kg -nya dijual seharga Rp69 ribu. Masyarakat terlihat sangat antusias,” sebutnya.
Dijelaskan Taufiq, saat ini memang harga cabai merah di Riau mengalami kenaikan dan menjadi penyumbang inflasi daerah. Dari hasil pemantauan pihaknya, penyebabnya yakni produksi cabai di daerah penghasil juga sedang turun sehingga menyebabkan kenaikan harga.
“Produksi cabai di daerah penghasilnya juga turun, sehingga harganya dari sana juga sudah tinggi,” sebutnya.
Karena itu, untuk terus menjaga stabilitas harga cabai, pihaknya akan terus melaksanakan operasi pasar cabai ini. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas tanaman pangan provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat menampung cabai yang ditanam masyarakat.
“Kami terus koordinasi dengan pihak dinas tanaman pangan, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Terutama untuk menampung cabai yang ditanam masyarakat. Karena belakangan ini kan banyak kegiatan penanaman cabai di Riau,” ujarnya.(**)
Berita Terkait :
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
- Komunitas Paslaku Kenalkan Potensi Wisata Riau0
- Sekda Kampar Tegaskan Deadline OPD0
_Black11.png)









