- Kasus ISPA di Meranti Capai 6.825 Kasus, Dinkes Minta Warga Waspadai Dampak Kabut Asap
- Cegah Masalah Hukum, Pemkab Meranti dan Kejari Ingatkan Kades Tertib Kelola Dana Desa
- Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
- Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI saat Bimteknas DPP PKS se-Indonesia
- Persiapan Capai 99 Persen, Kejuaraan Karate GDR Championship Siap Digelar di Pekanbaru
- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- DPRD Pekanbaru Dukung Pelebaran Jalan HR Subrantas,
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
Polisi Yang Hilang Pada Saat Tsunami Aceh Dikabarkan Sudah Ditemukan

Tsunami Aceh Tahun 2004/Nasional Tempo.co
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Seorang anggota polisi yang dulu hilang saat tsunami terjadi di Aceh pada 2004 dikabarkan telah ditemukan kembali di rumah sakit jiwa (RSJ) Banda Aceh. Akan tetapi, Polda Aceh akan melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.
"Pasien ini akan dilakukan tes DNA, sidik jari dan pengenalan tanda lahirnya," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi, Kamis (18/3).
Anggota polisi yang dimaksud bernama Bharaka Zainal Abidin alias Asep. Kabar Asep ditemukan sebagai pasien di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh pertama kali beredar di media sosial.
Asep disebut telah menjadi pasien sejak 2009 lalu. Sempat menuju Desa Fajar untuk tinggal tapi ditolak warga hingga akhirnya dikembalikan ke RSJ.
Dalam akun Instagram @ndorobeii dijelaskan bahwa Asep merupakan lulusan tamtama Polri 1999/2000. Saat bertugas di Aceh, dia masih menjadi Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).
Kala itu dia ditugaskan sebagai Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Dia ditempatkan di Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh tahun 2004 ketika masih ada kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Hingga kemudian, tsunami menerjang Aceh dan sekitarnya. Asep dinyatakan hilang
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di wilayah Jawa Barat.
Belum ada kesimpulan yang didapat oleh kepolisian mengenai informasi tersebut. Polda Aceh akan menyampaikan kebenaran informasi itu lebih lanjut.
"Info adanya pasien RSJ yang diduga personel Polri tersebut berawal dari informasi yang beredar lewat medsos melalui pesan di group WA personel Polri dan selanjutnya Personel Polda Aceh melakukan cross check ke RSJ, Banda Aceh," kata dia.
(mjo/bmw)
Berita Terkait :
- Roller Coaster Paling Ngebut Sedunia0
- Dampak Positif Vaksinasi Corona pada Ibu Hamil0
- Serunya Wisata Tidur di Sawah 0
- Pengurus Ditangkap, LSM George Soros Protes Junta Myanmar0
- BIN Australia Memutuskan Setop Gunakan Ekstremisme Islam0
_Black11.png)








