- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
- Mensos Komit Hadiri Pembukaan Pacu Jalur 2026 dan Resmikan Sekolah Rakyat di Kuansing
- Kejari Inhu Dalami Laporan Dugaan Gratifikasi dalam Konflik Lahan Petani dan PT SBP
- Pj Sekda Kuansing Pimpin Apel Pasukan Pengamanan Pacu Jalur 2026, Ajak Kedepankan Pendekatan Humanis
- Menjelang H-15 Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Sebanyak 59 Jalur Sudah Mendaftar Ke Panitia
- Ringankan Beban Desa, Pemkab Kuansing Kembali Buka Keterlibatan Sponsor Pacu Jalur
Polisi Yang Hilang Pada Saat Tsunami Aceh Dikabarkan Sudah Ditemukan

Tsunami Aceh Tahun 2004/Nasional Tempo.co
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Seorang anggota polisi yang dulu hilang saat tsunami terjadi di Aceh pada 2004 dikabarkan telah ditemukan kembali di rumah sakit jiwa (RSJ) Banda Aceh. Akan tetapi, Polda Aceh akan melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.
"Pasien ini akan dilakukan tes DNA, sidik jari dan pengenalan tanda lahirnya," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi, Kamis (18/3).
Anggota polisi yang dimaksud bernama Bharaka Zainal Abidin alias Asep. Kabar Asep ditemukan sebagai pasien di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh pertama kali beredar di media sosial.
Asep disebut telah menjadi pasien sejak 2009 lalu. Sempat menuju Desa Fajar untuk tinggal tapi ditolak warga hingga akhirnya dikembalikan ke RSJ.
Dalam akun Instagram @ndorobeii dijelaskan bahwa Asep merupakan lulusan tamtama Polri 1999/2000. Saat bertugas di Aceh, dia masih menjadi Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).
Kala itu dia ditugaskan sebagai Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Dia ditempatkan di Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh tahun 2004 ketika masih ada kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Hingga kemudian, tsunami menerjang Aceh dan sekitarnya. Asep dinyatakan hilang
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di wilayah Jawa Barat.
Belum ada kesimpulan yang didapat oleh kepolisian mengenai informasi tersebut. Polda Aceh akan menyampaikan kebenaran informasi itu lebih lanjut.
"Info adanya pasien RSJ yang diduga personel Polri tersebut berawal dari informasi yang beredar lewat medsos melalui pesan di group WA personel Polri dan selanjutnya Personel Polda Aceh melakukan cross check ke RSJ, Banda Aceh," kata dia.
(mjo/bmw)
Berita Terkait :
- Roller Coaster Paling Ngebut Sedunia0
- Dampak Positif Vaksinasi Corona pada Ibu Hamil0
- Serunya Wisata Tidur di Sawah 0
- Pengurus Ditangkap, LSM George Soros Protes Junta Myanmar0
- BIN Australia Memutuskan Setop Gunakan Ekstremisme Islam0
_Black11.png)









