- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
Rusia Ancam Israel jika Pasok Senjata ke Ukraina

VokalOneline.Com-- Rusia mengancam Israel akan mengambil tindak tegas jika Tel Aviv mengirim senjata ke Ukraina saat pasukan Moskow tengah KO di medan perang.
Menurut laporan sejumlah media, Rusia akan mengambil respons jika Israel mengirim sistem pertahanan udara langsung atau tak langsung ke Ukraina.
Sementara itu, media asing Iran yang dioperasikan oposisi mengungkapkan Rusia akan membalas setiap upaya Israel mengirim rudal pertahanan ke Ukraina, demikian dikutip Middle East Monitor, Sabtu (5/11).
Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan Israel setuju memasok senjata sistem radio ke negara Eropa Timur itu.
Pekan lalu, Zelensky juga mengatakan kedua belah pihak terlibat dalam kerja sama intelijen terkait drone bunuh diri Shahed-136 buatan Iran. Pesawat tak berawak ini digunakan pasukan Rusia dalam perang.
"Kami berjuang melawan serikat besar baru, Rusia dan Iran, dan sekarang saya berharap Israel akan membantu kami, dan akan bereaksi keras terhadap ini," kata Zelensky.
Lebih lanjut, dia menerangkan menurut intelijen Ukraina dan negara lain, Rusia telah mengakuisisi sekitar 1.500 drone Iran.
Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk juga mengatakan hal serupa.
"Ada kemajuan pada beberapa masalah teknis yang berkaitan dengan pertahanan,[terutama mengenai tawaran Israel untuk menyediakan teknologi peringatan rudal], ujar Korniychuk.
Peringatan Rusia bukan kali pertama. Pada Oktober lalu, eks Presiden Dmitry Medvedev mengatakan jika Israel betul-betul memasok senjata ke Ukraina, Moskow tak segan memutus hubungan diplomatik Tel Aviv.
Peringatan terbaru Rusia muncul usai pasukan Kyiv berhasil memukul mundur pasukan Moskow di sejumlah kota besar Ukraina, salah satunya di Kherson.
Di Kherson, mulanya pasukan Rusia menguasai seluruh wilayah ini dan siaga di sekitar tepi barat Sungai Dnieper. Namun, mereka dilaporkan bergerak ke sisi timur sungai dan menarik pasukan.**Syafira
Berita Terkait :
- Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami0
- Bukan Elon Musk, Simak Sosok yang Minta Maaf usai PHK di Twitter0
- Asteroid Pembunuh Planet Ditemukan usai Lama Disembunyikan Matahari0
- Siapa yang Buat Bitcoin dan Seberapa Kaya Dia?0
- Rating Drama Curtain Call Anjlok Buntut Telat Tayang0
_Black11.png)









