- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Sepekan Tangani Karhutla, Kapolres Meranti dan Personel Gabungan Cek Kesehatan

MERANTI, VokalOnline.Com - Tujuh hari menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), 116 personel gabungan menjalani pemeriksaan kesehatan pada Selasa (8/9). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi siap melanjutkan pemadaman dan pendinginan di Dusun Penapat, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti.
Pemeriksaan kesehatan menjadi perhatian setelah personel bekerja selama berhari-hari di tengah kondisi lapangan yang cukup berat. Paparan asap, panas, medan terbuka, hingga aktivitas pemadaman dan pendinginan membuat kondisi fisik personel perlu dipantau.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., mengatakan kesehatan dan keselamatan personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan Karhutla.
"Personel sudah berhari-hari di lapangan, sehingga kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas," ujar AKBP Gede Adi.
Operasi di Dusun Penapat sendiri masih berlanjut meski hingga Selasa malam tidak ditemukan hotspot maupun titik api. Cuaca dilaporkan cerah. Tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali muncul dan meluas.
Dari hasil penanganan, luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai 87 hektare. Sementara area yang telah dilakukan pemadaman dan pendinginan masing-masing sekitar 82 hektare.
Sebanyak 116 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, PT SRL, PT SRL, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kekuatan di lapangan juga didukung berbagai peralatan, mulai dari kendaraan roda dua, Mini Striker, mesin Marks3, nozzle, selang pemadam dan selang hisap, hingga mesin Robin. Tim turut menggunakan satu unit alat berat dan dua chainsaw untuk mendukung penanganan di lokasi. (Bom)
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









