- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
Peran Penting Orangtua dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Menggosok Gigi .int
Vokalonline.com - Pada anak-anak, masalah gigi merupakan sebuah masalah yang sering kali muncul. Gigi berlubang dan rusak kerap kali sangat mudah ditemui pada anak-anak.
Kebiasaan merawat gigi harus ditanamkan sejak kecil, termasuk mengajari anak menyikat gigi sedini mungkin, kata dokter gigi spesialis anak Selvyra Rachmawati, Sp.KGA.
"Sebaiknya anak disikat giginya mulai dari gigi anak tersebut mulai tumbuh. Anak diajari sikat gigi kira-kira usia 2-3 tahun," kata dokter gigi dari Universitas Indonesia itu dilansir dari Antara beberapa waktu lalu.
Dalam proses mengajari anak menyikat gigi, terutama saat masih batita, orangtua harus selalu mendampingi. Mengingat kemampuan motorik anak masih berkembang, orangtua tak bisa mengharapkan anak bisa menyikat giginya hingga bersih.
Oleh karena itu, orangtua bisa mengulangi lagi proses menyikat gigi anak agar betul-betul bersih. Pasta gigi juga diperlukan ketika menyikat gigi anak, tapi tak perlu banyak-banyak karena giginya pun hanya sedikit.
Dilansir dari Merdeka.com, Ukuran pasta gigi yang dibutuhkan ketika menyikat gigi anak kira-kira hanya sebesar biji kacang hijau. Pakailah pasta gigi dengan flouride sejak gigi anak tumbuh sebab flouride punya fungsi memperkuat gigi.
Pentingnya Contoh dari Orangtua
Berikanlah buah hati air matang untuk berkumur setelah menyikat gigi untuk mengurangi risiko air kumur tak sengaja tertelan. Sama seperti kebiasaan lainnya, anak-anak cenderung suka meniru orang di sekitarnya. Oleh karena itu, berikan contoh menyikat gigi yang baik agar anak juga tertarik untuk mengikutinya.
Ajak anak menyikat gigi bersama orangtua atau kakaknya agar kegiatan ini jadi lebih menyenangkan. Orangtua juga bisa memperlihatkan video menyikat gigi untuk memperkenalkan rutinitas itu kepada anak dan akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari.
Selain rajin menyikat gigi, penting juga melakukan langkah-langkah preventif lain agar gigi anak tidak rusak atau berlubang. Kurangi atau hindari makanan dan minuman mengandung gula seperti permen, cokelat atau lolipop yang bisa berujung kepada kerusakan gigi.
Pilihan makanan sehat seperti buah segar, sayur, keju, yogurt, dan susu bisa dikonsumsi oleh anak. Hal ini bisa mengurangi risiko masalah mulut dan gigi pada anak. [RWP]
Berita Terkait :
- Begini Cara Otak Perbaiki Tubuh dan Buang Racun Saat Tidur0
- Riau Siapkan Asrama Haji Atasi Ledakan Warga Positif Covid-190
- Penolak Vaksin Covid-19 Bakal Didenda Hingga Sanksi Administratif0
- Satgas Covid-19 Riau Sentil Bupati Meranti Muhammad Adil0
- Gawat, 48 Kelurahan di Pekanbaru Zona Merah Covid-190
_Black11.png)









