- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
Petugas Qatar Intimidasi Jurnalis Denmark Jelang Piala Dunia 2022

Jakarta, VokalOnline.Com - Salah satu petugas Qatar mengintimidasi dan mengancam bakal merusak peralatan stasiun televisi Denmark, TV2, saat siaran langsung di jalan di Doha jelang Piala Dunia 2022 pada Selasa (15/11) malam waktu setempat.
Saat insiden terjadi, reporter TV2 Rasmus Tanthold sedang berbicara dengan pembawa berita di Denmark. Tiba-tiba ada tiga orang melaju menggunakan kendaraan listrik di belakangnya.
Mereka juga mencoba menutup lensa kamera.
"Anda mengundang seluruh dunia untuk datang ke sini, mengapa kami tak bisa syuting? Ini tempat umum," kata Tantholdt seperti dikutip The Guardian.
Ia kemudian berujar, "Anda bisa merusak kamera, Anda ingin merusaknya? Anda mengancam kami dengan menghancurkan kamera?"
Setelah insiden itu ramai, penyelenggara mengatakan mereka berbicara dengan Tantholdt dan mengeluarkan imbauan.
"Mengeluarkan nasihat kepada semua entitas untuk menghormati izin pembuatan film turnamen,"demikian menurut penyelanggara piala dunia.
Insiden itu menjadi perbincangan karena menujukkan batasan ketat dalam penyelanggaraan Piala Dunia ini.
Penyelengara Piala Dunia Qatar, Komite Tertinggi untuk Pengiriman & Warisan, kemudian meminta maaf kepada stasiun TV2. Dalam pernyataan resmi, mereka mengaku salah telah menginterupsi jurnalis yang tengah siaran langsung.
"Setelah memeriksa akreditasi turnamen dan izin pembuatan film yang valid dari kru, permintaan maaf dibuat kepada penyiar oleh keamanan di tempat sebelum kru melanjutkan aktivitas mereka," bunyi pernyataan itu.
Denmark selama ini memang kerap melontarkan kritik terhadap Piala Dunia Qatar, mulai dari hak asasi manusia dan perlakuan mereka terhadap pekerja migran bergaji rendah.**syafira
Berita Terkait :
- Temu Xi Jinping di G20, Jokowi Tegaskan RI Dukung Reunifikasi China0
- PM Kanada Trudeau Buka Suara usai Terekam Diomeli Xi Jinping di Bali0
- Biden Disebut Akui Rudal Ukraina yang Hantam Polandia0
- Isi Bocoran Pembicaraan yang Diduga Bikin Xi Marah ke Trudeau di Bali0
- Harga Kripto Kompak Kebakaran0
_Black11.png)









