- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
WA Brigadir J Sempat Aktif Kembali dan Langsung Keluar Grup Keluarga

Jakarta, VokalOnline.Com - Akun WhatsApp milik Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dikabarkan sempat aktif kembali dan langsung meninggalkan grup keluarga.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Kamaruddin menyebut akun WA milik Brigadir J tercatat keluar dari grup keluarga pada Selasa (8/11) pagi hari ini.
"Iya (aktif kembali) sekitar jam 8.30 WIB tadi. Aktif dan keluar (dari grup keluarga)," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat,dilansir dari cnn indonesia.
Kamaruddin mengaku curiga ada pihak tertentu yang selama ini memantau seluruh percakapan yang terjadi di grup keluarga tersebut. Kendati demikian, dirinya urung menyebut siapa pihak yang dimaksud tersebut.
"Tiba-tiba dia aktif dan keluar dari grup keluarga, berarti selama ini dia mantau keluarga dong. Selama ini dia diam-diam mantau keluarga, baru pagi ini dia keluar dari grup," ujarnya.
"Sudah (menghubungi), saya sudah coba tapi jawabannya sedang sibuk. Jawabannya nomor itu sedang sibuk, jawaban mesin," jelasnya.
Kamaruddin mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia pun meminta jajaran Polri termasuk Kabareskrim dan Dirtipidum untuk mengusut hal tersebut.
"Saya minta supaya Kapolri, dirtipidum dan Kabareskrim untuk mengusut ini," tuturnya.
Diketahui, ponsel pribadi milik Brigadir J saat ini telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum oleh penyidik sebagai barang bukti dalam kasus pembunuhan berencana.
Sebagai informasi, WhatsApp memiliki kebijakan untuk menghapus akun yang sudah nonaktif melewati batas yang telah ditentukan.
Juru bicara Facebook mengatakan penghapusan dilakukan sebagai bagian dari kebijakan WhatsApp tentang akun yang tidak aktif.
Dijelaskan juru bicara tersebut, para pengguna perlu ditambahkan ulang ke grup setelah mendapatkan kembali akses ke internet dan bergabung kembali dengan WhatsApp.
"Untuk menjaga keamanan dan membatasi penyimpanan data, akun WhatsApp pada umumnya akan berakhir setelah 120 hari tidak aktif. Ketika itu terjadi, akun-akun itu secara otomatis keluar dari grup WhatsApp mereka," kata juru bicara Facebook.**Syafira
Berita Terkait :
- 4 Pangeran Saudi yang Dipenjara di Era Pemerintahan MbS0
- Rusia Ancam Israel jika Pasok Senjata ke Ukraina0
- Korut Bantah Pasok Senjata ke Rusia: AS Ingin Musuhi Kami0
- Ganjar Temui Jokowi di Istana Siap-siap 2023 Tak Terlalu Bagus0
- Pesantren Denda Santri Asal Tasikmalaya Rp37 Juta0
_Black11.png)









